Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 dan Ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut : Perjalanan Sejarah Kukar Jadi Inspirasi DPMD dalam Membangun Daerah
Kepala DPMD Kukar,
Arianto (Kanan) saat melakukan ziarah makam Sultan Aji Imbut. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti ziarah ke makam para raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai bagian dari rangkaian penutupan Erau Adat Kutai 2026.
Ziarah ke makam
Sultan Aji Imbut yang berada di kompleks utama makam Sultan Kutai Kartanegara,
sebelah selatan Kompleks Museum Mulawarman, Tenggarong, Senin (28/9/2026),
menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah sekaligus mengambil inspirasi
dari para pendahulu dalam membangun daerah.
Kepala DPMD Kukar,
Arianto, mengatakan ziarah tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam puncak
penutupan Erau Adat Kutai 2026.
Sebelum ziarah,
rangkaian diawali dengan prosesi merebahkan Tiang Ayu atau Pinang Ayu yang
dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Ayahanda
Sultan.
Setelah prosesi
tersebut, rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke sejumlah makam raja Kutai
Kartanegara Ing Martadipura.
Selain makam Sultan
Aji Imbut yang merupakan Sultan ke-15, ziarah juga dilakukan ke makam Aji
Muhammad Salahuddin II, Aji Muhammad Salahuddin I, serta A.M. Parikesit.
“Hari ini kita
menghadiri puncak atau penutupan akhir dari kegiatan Erau Kutai Kartanegara
tahun 2026. Tadi pagi kita mengikuti prosesi merebahkan Tiang Ayu atau Pinang
Ayu, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam raja-raja Kutai Kartanegara
Ing Martadipura,” ujarnya.
Momentum ziarah
tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong.
Menurutnya,
perjalanan panjang Tenggarong menjadi bagian penting dari sejarah yang perlu
terus dikenali oleh masyarakat, termasuk generasi penerus.
Ia mengatakan
perkembangan Tenggarong hingga menjadi kota yang maju saat ini tidak terlepas
dari perjalanan panjang yang telah dibangun oleh para pendahulu.
Sejarah Kerajaan
Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menunjukkan bagaimana pemerintahan telah
berjalan dan berkembang sejak masa kerajaan.
“Kalau kita
mendengarkan atau mencermati sejarah, luar biasa bagaimana Tenggarong ini
berkembang sampai menjadi sebuah kota yang sangat maju saat ini,” tururnya.
Ia berharap
perkembangan Kota Tenggarong dapat terus berlanjut, tidak hanya dari sisi
pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai perjalanan
sejarah yang telah dilalui Tenggarong menjadi modal penting bagi pemerintah dan
masyarakat untuk melihat arah pembangunan ke depan.
Apa yang telah
dirintis oleh para pendahulu diharapkan dapat diteruskan oleh generasi dan
pemerintahan berikutnya.
“Mudah-mudahan ke
depannya bisa tambah maju lagi, masyarakat sejahtera,” ucapnya.
Menurutnya, sejarah
berdirinya Tenggarong yang berawal dari pemerintahan kerajaan memiliki nilai
pembelajaran tersendiri.
Karena itu, kata dia,
sejarah tersebut perlu dipahami dan tidak hanya dikenang ketika momentum adat
maupun peringatan hari jadi.
“Mudah-mudahan nanti
apa yang sudah didahului oleh pendahulu-pendahulu kita ini bisa juga diikuti
oleh para pengikut atau pemerintah-pemerintah yang akan datang,” sebutnya.
Ia juga mengajak
masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah daerah.
Pemahaman terhadap
sejarah dinilai penting agar generasi penerus mengetahui proses panjang
terbentuknya Tenggarong dan Kutai Kartanegara hingga berkembang seperti
sekarang.
Ia berharap sejarah
tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus menjadi motivasi bagi
generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan.
“Harapannya kita
semua masyarakat Tenggarong, baik kami para pemerintah ini, juga kepada
masyarakat, khususnya kaum muda, kiranya bisa mengenal sejarah, mengetahui
sejarah,” kata dia .
Ia mengatakan,
kejayaan Tenggarong dan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada masa
lalu semestinya tidak berhenti sebagai catatan sejarah.
Nilai dan semangat
yang ditinggalkan para pendahulu dapat menjadi pijakan moral bagi generasi saat
ini untuk terus membangun daerah.
“Bahwa Kota
Tenggarong ini begitu hebat di masa lampau. Mudah-mudahannya menjadi motivasi
yang kuat untuk kita terus membangun Kota Tenggarong, khususnya kaum muda,”
pungkasnya. (Adv/Kriz)